Kamis, 14 Mei 2026

Sahabat, Kini Kau Digaris Depan

Bagi saya, kemarin bukan sekadar pelantikan. Tapi tentang perjalanan panjang (bahkan lebih panjang dari jarak antara Lolak-Tutuyan yang setiap harinya kau tempuh) yang akhirnya menemukan titik pengakuannya.

Saya tahu, posisi ini tidak kamu raih dengan mudah. Ada waktu, tenaga, pikiran bahkan ongkos dan mungkin juga keraguan yang pernah kamu lawan sendiri. Kendati demikian kau tetap bertahan, dan itu membuktikan bahwa semua tidak sia-sia.

Selamat dan sukses untukmu Sahabatku, Rezki Winarso Bahrun yang pada Rabu, 13 Mei 2026 kemarin telah sah dilantik dan dikukuhkan sebagai Kepala Subbagian Penanganan, Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu dan Hukum Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Ucapan selamat ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga doa dan harapan. Semoga setiap langkah dalam mengemban tugas selalu dilandasi kejujuran dan kebijaksanaan, dijalankan dengan penuh tanggung jawab, serta mampu menghadirkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi yang bersih dan berintegritas.

Saya mengenalmu sebagai sosok yang tidak berjalan setengah hati. Yang ku tahu kau terbiasa menyelesaikan apa yang sudah dimulai, sekalipun jalannya tidak mudah. Bagiku dan teman-teman sejawat, kau termasuk pribadi yang tangguh, tidak mudah goyah, tidak cepat menyerah dan tahu kapan harus berdiri lurus meski keadaan terkadang tidak berpihak. 

Sebab, kita tahu bersama kawan, dalam ruang penyelesaian sengketa yang penuh tekanan dan tarik menarik kepentingan itu, pengambilan keputusan tidak sekadar soal benar atau salah diatas kertas, tetapi juga tentang keberanian menjaga keadilan ditengah berbagai kepentingan yang saling berhadapan. Maka, yang tangguh, tidak goyah, tetap menjunjung tinggi prinsip seperti itulah yang dibutuhkan. 

Jabatan ini tentu menjadi ujian bagimu, bahwa akan ada momen lelah yang datang tanpa aba-aba, akan ada keraguan bahkan mungkin sunyi, itu pasti. Tapi selalu ingat, setiap keputusan yang kau ambil akan membawa dampak, bukan hanya untuk satu pihak, akan tetapi banyak pihak, terutama terhadap demokrasi itu sendiri. Dan disitulah arti sesungguhnya dari amanah ini.

Tentunya, kita sama-sama paham dan sadar betul bahwa tidak semua keputusan akan terasa nyaman, dan tidak semua pihak akan merasa puas, tetapi disitulah letak makna pengabdian menemukan bentuknya yang sesungguhnya. Maka yang perlu kamu lakukan adalah tetap berdiri pada prinsip, meski terkadang harus berjalan sendirian.

Namun saya percaya, semua itu bukan alasan menjadikan dirimu lemah, melainkan untuk menguatkan. Karena hanya mereka yang mampu bertahan dalam proses panjang lah yang layak menjaga kepercayaan yang telah diamanahkan tersebut.

Sekali lagi, selamat atas amanah baru ini. Semoga setiap langkahmu senantiasa diterangi Integritas, diperkuat oleh Prinsip dan dipandu oleh Nurani. Tetaplah jadi dirimu yang saya kenal, teruslah melangkah, karena apa yang kau mulai hari ini akan menjadi bagian dari wajah demokrasi kita esok hari. 

Teruslah menjadi pribadi yang jujur, Tangguh dan berani dalam memperjuangkan yang benar. Sebab apa yang kau mulai ini hari, bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi tentang menjaga kepercayaan publik dan merawat wajah demokrasi kita Bersama.

Selamat dan Sukses atas Amanah baru sahabat, kini kau telah melaju ke garis depan demokrasi, semoga dimudahkan, dikuatkan dan diberkahi dalam memimpin dan menjalankan tugas. Amiinn