Sabtu, 23 September 2017

Sehan Diundang Ceramah di Tondano


Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar SH, menghadiri undangan untuk memberikan ceramah di masjid Al Falah Kampung Jawa Tondano. Lewat ceramah di hadapan ratusan jemaah ini, Sehan mengatakan bahwa, momentum tahun baru Islam harus dijadikan landasan dan awal untuk merubah diri menjadi lebih baik dari sebelumnya.

"Rasullah adalah pemimpin terbaik yang dipilih oleh Allah dari semua manusia di muka bumi," kata Sehan.

Ia menambahkan, sebagai umat muslim pengikut sunnah Rasulullah, wajib hukumnya untuk selalu bermunajat dan bershalawat kepada Nabi akhir zaman Muhammad Rasulullah SAW. "Dengan bershalawat, mudah-mudahan derajat kita akan lebih baik di hadapan Allah," tambah Sehan yang turut diaminkan oleh seluruh jamaah yang hadir.

Lanjut Sehan, peringatan 1 Muharram seperti ini telah menjadi tradisi dan membudaya bagi kaum muslimin. Bahkan dalam memperingatinya, umat muslim di Indonesia melakukan berbagai kegiatan yang tujuannya untuk ibadah. "Sebenarnya secara implisit ini tidak ada. Tidak ada dalil kuat bahwa kita harus memperingatinya. Namun, penting bagi kita untuk selalu mengingat semua sejarah islam di masa Rasulullah termasuk 1 muharram ini," jelasnya.

Ia juga menerangkan, akan lebih baik lagi jika seluruh ajaran dan sunnah Rasulullah dilaksanakan dan ditaati oleh kaum muslim saat ini. "1 muharram adalah tahun baru islam yang mulai diberlakukan ketika Rasulullah berumur 53 tahun atau tepat 13 tahun masa kerasulannya. Jauh sebelumnya Rasulullah telah mengingatkan kepada umatnya bahwa akan ada beberapa tahapan kepemimpinan. Pertama kepemimpinan Rasul, kedua khalifah dan berikut kata Nabi, akan lahir pemimpin pembohong," ungkapnya.

Tidak hanya itu, diterangkannya bahwa umat Islam sebenarnya sangat banyak. Tapi jumlah tersebut laksana buih di laut yang tercerai berai. Masjid bukan hanya sebagai tempat Shalat, tapi lebih baik juga dijaidikan sebagai Islamic Center atau tempat kajian, diskusi serta menjaga silaturahmi.

"Sulut memiliki 2,6 juta penduduk di 11 kabupaten dan 4 Kota. 39 persen didalamnya adalah umat muslim. Semoga dengan momentum ini kita khususnya muslim di Sulut akan lebih solid, jangan terpecah belah apalagi terpancing dengan isu-isu miring," tutup Bupati yang dikenal sangat religius ini.

Senin, 04 September 2017

UNTUK ROHINGYA


Jamal Rahman Iroth
UNTUK ROHINGYA

syair apa dapat kutulis dengan hati gemetar
untuk rohingya terbebas tragedi barbar
keluar dari perangkap kebencian berkobar
dari rakhine menyeberangi sungai naf
di bawah langit remuk dan berdarah

syair apa dapat kutulis dengan hati gemetar
pada tangis rintih bayi-bayi na'as
pada rasa takut kaum tertindas
pada tubuh ditumpas
pada napas dirampas
pada peradaban luka selamanya membekas

syair apa dapat kutulis dengan hati gemetar
sedang jiwa harus berdamai dengan pedih
saat nurani menahan, jangan memaki
bibir mesti tetap dikatup, tidak melaknati

syair apa dapat kutulis dengan hati gemetar
sungguh, estetika mana kulanggar
jika kutuk meledak di ujung pena
kertas-kertas terbakar
lenyap seluruh catatan kelam
agar kebengisan tak jadi kekal

Jamal Rahman Iroth, 03 Sept 2017

-----------------------------------------

ROHINGYA

Rohingya adalah sebuah kelompok etnis Indo-Arya dari Rakhine (juga dikenal sebagai Arakan, atau Rohang dalam bahasa Rohingya) di Burma. Rohingya adalah etno-linguistik yang berhubungan dengan bahasa bangsa Indo-Arya di India dan Bangladesh (yang berlawanan dengan mayoritas rakyat Burma yang Sino-Tibet).

Muslim dilaporkan telah menetap di negara bagian Rakhine (juga dikenal sebagai Arakan) sejak abad ke-16, meskipun jumlah pemukim Muslim sebelum pemerintahan Inggris tidak diketahui dengan pasti.

Setelah Perang Anglo-Burma Pertama tahun 1826, Inggris menganeksasi Arakan dan pemerintah pendudukan mendorong terjadinya migrasi pekerja dari Bengal datang kesana untuk bekerja sebagai buruh tani.

Diperkirakan terdapat 5% populasi Muslim yang mendiami Arakan pada tahun 1869, meskipun perkiraan untuk tahun sebelumnya memberikan angka yang lebih tinggi. Inggris melakukan beberapa kali sensus penduduk antara tahun 1872 dan 1911 yang hasilnya mencatat peningkatan jumlah populasi Muslim dari 58.255 ke 178.647 di Distrik Akyab.

Selama Perang Dunia II, pada tahun 1942 terjadi peristiwa pembantaian Arakan, dalam peristiwa ini pecah kekerasan komunal antara rekrutan milisi bersenjata Inggris dari Angkatan Ke-V Rohingya yang berseteru dengan orang-orang Budha Rakhine. Peristiwa berdarah ini menjadikan etnis-etnis yang mendiami daerah menjadi semakin terpolarisasi oleh konflik dan perbedaan keyakinan.

Pada tahun 1982, pemerintah Jenderal Ne Win berlaku hukum kewarganegaraan di Burma. Undang-undang tersebut menolak status kewarganegaraan etnis Rohingya. Sejak tahun 1990-an, penggunaan istilah "Orang-orang Rohingya" telah meningkat dalam penggunaan di kalangan masyarakat untuk merujuk penyebutan etnis Rohingya.

Pada 2013 sekitar 1,3 juta orang Rohingya menetap di Myanmar. Mereka mayoritas mendiami kota-kota Rakhine utara, di mana mereka membentuk 80-98% dari populasi. Media internasional dan organisasi hak asasi manusia menggambarkan Rohingya sebagai salah satu etnis minoritas yang paling teraniaya di dunia.

Menghindari kekerasan di daerahnya banyak di antara orang-orang Rohingya yang melarikan diri ke pemukiman-pemukiman kumuh dan kamp-kamp pengungsi di negara tetangga Bangladesh, dan sejumlah besar orang Rohingya juga bermukim didaerah sepanjang perbatasan dengan Thailand. Sementara itu lebih dari 100.000 Rohingya di Myanmar terus hidup di kamp-kamp untuk pengungsi internal dan mereka dilarang meninggalkan kamp-kamp pengungsian oleh otoritas setempat.

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rohingya